Selasa, 13 Desember 2011

BEBERAPA DOA - DOA YANG DIKUTIP DARI AL-QURAN

DOA KESELAMATAN ~AL-BAQARAH 286:
RABBANA LA TU-AKHIDZNA IN NASINA AU AKHTHA’NA RABBANA WALA TAHMIL ‘ALAINA ISHRAN KAMA HAMALTAHU ‘ALALLADZINA MIN QABLINA, RABBANA WALA TUHAMMILNA MA LA THAQATA LANA BIH, WA’FU ‘ANNA WAGHFIRLANA WARHAMNA ANTA MAULANA FANSHURNA ‘ALAL QAUMIL KAFIRIN.
“YA TUHAN KAMI, JANGANLAH ENGKAU HUKUM KAMI JIKA KAMI LUPA ATAU KAMI TERSALAH. YA TUHAN KAMI, JANGANLAH ENGKAU BEBANKAN KEPADA KAMI BEBAN YANG BERAT SEBAGAIMANA ENGKAU BEBANKAN KEPADA ORANG-ORANG SEBELUM KAMI. YA TUHAN KAMI, JANGANLAH ENGKAU PIKULKAN KEPADA KAMI APA YANG TAK SANGGUP KAMI MEMIKULNYA. BERI MA’AFLAH KAMI; AMPUNILAH KAMI; DAN RAHMATILAH KAMI. ENGKAULAH PENOLONG KAMI, MAKA TOLONGLAH KAMI TERHADAP KAUM YANG KAFIR.”)

DOA KETABAHAN~ AL- BAQARAH 250:
RABBANA AFRIG ‘ALAINA SHABRAW WA SABBIT AQDAAMANA WANSHURNA ‘ALAL-QAUMIL-KAFIRIIN..
“YA TUHAN KAMI, TUANGKANLAH KESABARAN ATAS DIRI KAMI, DAN KOKOHKANLAH PENDIRIAN KAMI DAN TOLONGLAH KAMI TERHADAP ORANG-ORANG KAFIR.”

MENGHINDARI KESESATAN ~ ALI-IMRAN 8:
RABBANA LA TUZIGH QULUBANA BA’DA IZ HADAITANA WAHAB LANA MIL LADUNKA RAHMAH, INNAKA ANTAL WAHAB.
“YA TUHAN KAMI, JANGANLAH ENGKAU JADIKAN HATI KAMI CONDONG KEPADA KESESATAN SESUDAH ENGKAU BERI PETUNJUK KEPADA KAMI, DAN KARUNIAKANLAH KEPADA KAMI RAHMAT DARI SISI ENGKAU; KARENA SESUNGGUHNYA ENGKAU-LAH MAHA PEMBERI (KARUNIA)”.

KEKUATAN IMAN ~ ALI IMRAN 16:
RABBANA INNANA AMANNA FAGFIR LANA ZUNUBANA WA QINA ‘AZABAN-NAR.
(YA TUHAN KAMI, SESUNGGUHNYA KAMI TELAH BERIMAN, MAKA AMPUNILAH SEGALA DOSA KAMI DAN PELIHARALAH KAMI DARI SIKSA NERAKA,”)

KEKUATAN IMAN ~ ALI IMRAN 53:
RABBANA AMANNA BIMA ANZALTA WATTABA’NAR RASULA FAKTUBNA MA’ASY-SYAHIDIN.
(. YA TUHAN KAMI, KAMI TELAH BERIMAN KEPADA APA YANG TELAH ENGKAU TURUNKAN DAN TELAH KAMI IKUTI RASUL, KARENA ITU MASUKANLAH KAMI KE DALAM GOLONGAN ORANG-ORANG YANG MENJADI SAKSI (TENTANG KEESAAN ALLAH)”.

KESEMPURNAAN CAHAYA IMAN ~ AT-TAHRIM 8:
RABBANA ATMIN LANA NURANA WAGFIR LANA INNAKA ‘ALA KULLI SYAI’IN QADIR.
(YA TUHAN KAMI, SEMPURNAKANLAH BAGI KAMI CAHAYA KAMI DAN AMPUNILAH KAMI; SESUNGGUHNYA ENGKAU MAHA KUASA ATAS SEGALA S

KEKUATAN IMAN ~ ALI IMRAN 147:
RABBANAGHFIR LANA ZHUNUBANA WA ISRAFANA FI AMRINA WA SABBIT AQDAMANA WANSURNA ‘ALAL QAUMIL KAFIRIN.
( “YA TUHAN KAMI, AMPUNILAH DOSA-DOSA KAMI DAN TINDAKAN-TINDAKAN KAMI YANG BERLEBIH-LEBIHAN DALAM URUSAN KAMI[235] DAN TETAPKANLAH PENDIRIAN KAMI, DAN TOLONGLAH KAMI TERHADAP KAUM YANG KAFIR”.)

HUSNUL KHATIMAH ~ ALI IMRAN 193-194:
RABBANA INNANA SAMI’NA MUNADIYAY YUNADI LIL IMANI AN AMINU BIRABBIKUM FA-AMANNA. RABBANA FAGHFIRLANA ZUNUBANA WA KAFFIR ‘ANNA SAYYI’ATINA WATAFFANA MA’AL ABRAR. RABBANA WA ATINA MA WA’ATTANA ‘ALA RASULIKA WA LA TUKHZINA YAUMAL-QIYAMAH, INNAKA LA TUKHLIFUL MI’AD.
( YA TUHAN KAMI, SESUNGGUHNYA KAMI MENDENGAR (SERUAN) YANG MENYERU KEPADA IMAN, “BERIMANLAH KAMU KEPADA TUHANMU”, MAKA KAMIPUN BERIMAN. YA TUHAN KAMI, AMPUNILAH BAGI KAMI DOSA-DOSA KAMI DAN HAPUSKANLAH DARI KAMI KESALAHAN-KESALAHAN KAMI, DAN WAFATKANLAH KAMI BESERTA ORANG-ORANG YANG BANYAK BERBAKTI. YA TUHAN KAMI, BERILAH KAMI APA YANG TELAH ENGKAU JANJIKAN KEPADA KAMI DENGAN PERANTARAAN RASUL-RASUL ENGKAU. DAN JANGANLAH ENGKAU HINAKAN KAMI DI HARI KIAMAT. SESUNGGUHNYA ENGKAU TIDAK MENYALAHI JANJI.”)

PENYESALAN ~ AL-A’RAF 23:
RABBANA ZALAMNA ANFUSANA WA ILLAM TAGFIRLANA WA TARHAMNA LANAKUNANNA MINAL KHASIRIN.
“YA TUHAN, KAMI TELAH MENGANIAYA DIRI KAMI SENDIRI, DAN JIKA ENGKAU TIDAK MENGAMPUNI KAMI DAN MEMBERI RAHMAT KEPADA KAMI, NISCAYA PASTILAH KAMI TERMASUK ORANG-ORANG YANG MERUGI).

MOHON KESELAMATAN ~ YUNUS 85-86:
RABBANA LA TAJ’ALNA FITNATAN LIL QAUMIZH ZALIMIN, WA NAJJINA BIRAHMATIKA MINAL QAUMIL KAFIRIN.
( YA TUHAN KAMI; JANGANLAH ENGKAU JADIKAN KAMI SASARAN FITNAH BAGI KAUM YANG’ZALIM. DAN SELAMATKANLAH KAMI DENGAN RAHMAT ENGKAU DARI (TIPU DAYA) ORANG-ORANG YANG KAFIR.”)

MOHON PERLINDUNGAN ~ HUD 47 :
RABBI INNI A’UZUBIKA AN AS-‘ALAKA MA LAISA LIBIHI ‘ILMUN, WA ILLA TAGFIR LI WA TARHAMNI AKUN MINAL KHASIRIN.
(YA TUHANKU, SESUNGGUHNYA AKU BERLINDUNG KEPADA ENGKAU DARI MEMOHON KEPADA ENGKAU SESUATU YANG AKU TIADA MENGETAHUI (HAKEKAT)NYA. DAN SEKIRANYA ENGKAU TIDAK MEMBERI AMPUN KEPADAKU, DAN (TIDAK) MENARUH BELAS KASIHAN KEPADAKU, NISCAYA AKU AKAN TERMASUK ORANG-ORANG YANG MERUGI.”)

KELUARGA MASLAHAH ~ IBRAHIM 40-41:
RABBIJ’ALNI MUQIMAS SALATI WA MIN ZURRIYYATI, RABBANA WA TAQABBAL DU’A. RABBANAGFIRLI WA LIWALIDAYYA WALIL MU’MININA YAUMA YAQUMUL HISAB.
(YA TUHANKU, JADIKANLAH AKU DAN ANAK CUCUKU ORANG-ORANG YANG TETAP MENDIRIKAN SHALAT, YA TUHAN KAMI, PERKENANKANLAH DOAKU. YA TUHAN KAMI, BERI AMPUNLAH AKU DAN KEDUA IBU BAPAKU DAN SEKALIAN ORANG-ORANG MUKMIN PADA HARI TERJADINYA HISAB (HARI KIAMAT)”.


MOHON TEMPAT YG BAIK ~ AL-ISRA’ 80:
RABBI ADKHILNI MUDKHALA SIDQIW WA AKHRIJNI MUKHRAJA SIDQIW WAJ’ALLI MIL LADUNKA SULTANAN NASHIRA.
(“YA TUHAN-KU, MASUKKANLAH AKU SECARA MASUK YANG BENAR DAN KELUARKANLAH (PULA) AKU SECARA KELUAR YANG BENAR DAN BERIKANLAH KEPADAKU DARI SISI ENGKAU KEKUASAAN YANG MENOLONG).

DIBERI KEMUDAHAN ~ AL-KAHFI 10:
RABBANA ATINA MIL LADUNKA RAHMATAW, WA HAYYI’ LANA MIN AMRINA RASYADA.
( “WAHAI TUHAN KAMI, BERIKANLAH RAHMAT KEPADA KAMI DARI SISI-MU DAN SEMPURNAKANLAH BAGI KAMI PETUNJUK YANG LURUS DALAM URUSAN KAMI (INI).”

KELAPANGAN HATI ~ THAHA 25-27:
RABBISYRAHLI SADRI, WA YASSIRLI AMRI, WAHLUL ‘UQDATAM MIL LISANI YAFQAHU QAULI.
(“YA TUHANKU, LAPANGKANLAH UNTUKKU DADAKU, DAN MUDAHKANLAH UNTUKKU URUSANKU, DAN LEPASKANLAH KEKAKUAN DARI LIDAHKU,)

TERHINDAR MUSIBAH ~ AL-MUKMINUN 97-98:
RABBI A’UZU BIKA MIN HAMAZATISY SYAYATINI WA A’UZU BIKA RABBI AY YAHDURUN.
(“YA TUHANKU AKU BERLINDUNG KEPADA ENGKAU DARI BISIKAN-BISIKAN SYAITAN. DAN AKU BERLINDUNG (PULA) KEPADA ENGKAU YA TUHANKU, DARI KEDATANGAN MEREKA KEPADAKU”)

MOHON KEMULIAAN ~ AL-FURQAN 65:
RABBANASRIF ‘ANNA ‘AZABA JAHANNAM(A) INNA ‘AZABAHA KANA GARAMA.
(“YA TUHAN KAMI, JAUHKAN AZAB JAHANNAM DARI KAMI, SESUNGGUHNYA AZABNYA ITU ADALAH KEBINASAAN YANG KEKAL”).

KELUARGA YG TAQWA~ AL-FURQAN 74 :
RABBANA HABLANA MIN AZWAJINA WA ZURRIYATINA QURRATA A’YUNIW WAJ’ALNA LIL MUTTAQINA IMAMA.
(“YA TUHAN KAMI, ANUGRAHKANLAH KEPADA KAMI ISTERI-ISTERI KAMI DAN KETURUNAN KAMI SEBAGAI PENYENANG HATI (KAMI), DAN JADIKANLAH KAMI IMAM BAGI ORANG-ORANG YANG BERTAKWA).

MENSYUKURI NIKMAT~ AN-NAML 19:
RABBI AUZI’NI AN ASYKURA NI’MATAKALLATI AN’AMTA’ALAYYA WA ‘ALA WALIDAYYA WA AN A’MALA SALIHAN TARDAHU, WA ADKHILNI BIRAHMATIKA FI’IBADIKAS-SALIHIN.
(“YA TUHANKU BERILAH AKU ILHAM UNTUK TETAP MENSYUKURI NIKMAT MU YANG TELAH ENGKAU ANUGERAHKAN KEPADAKU DAN KEPADA DUA ORANG IBU BAPAKKU DAN UNTUK MENGERJAKAN AMAL SALEH YANG ENGKAU RIDHAI; DAN MASUKKANLAH AKU DENGAN RAHMAT-MU KE DALAM GOLONGAN HAMBA-HAMBA-MU YANG SALEH”).

KELUASAN RAHMAT ~ AL-MUKMIN 7-9:
RABBANA WASI’TA KULLA SYAI-IR RAHMATAW WA’ILMAN, FAGHIR LILLAZINA TABU WATTABBA‘U SABILAKA WA QIHIM ‘AZABAL JAHIM. RABBANA WA ADKHILHUM JANNATI ‘ADNINILLATI WA’ATTAHUM WA MAN SALAHA MIN ABA’IHIM WA AZWAJIHIM WA ZURRIYYATIHIM INNAKA ANTAL ‘AZIZUL HAKIM. WA QIHIMUSSAYYI’AT(I) WA MAN TAQIS SAYYI’ATI YAUMA’IZIN FAQAD RAHIMTAH(U) WA ZALIKA HUWAL FAUZUL ‘AZIM.
(“YA TUHAN KAMI, RAHMAT DAN ILMU ENGKAU MELIPUTI SEGALA SESUATU, MAKA BERILAH AMPUNAN KEPADA ORANG-ORANG YANG BERTAUBAT DAN MENGIKUTI JALAN ENGKAU DAN PELIHARALAH MEREKA DARI SIKSAAN NERAKA YANG MENYALA-NYALA. YA TUHAN KAMI, DAN MASUKKANLAH MEREKA KE DALAM SYURGA ‘ADN YANG TELAH ENGKAU JANJIKAN KEPADA MEREKA DAN ORANG-ORANG YANG SALEH DI ANTARA BAPAK-BAPAK MEREKA, DAN ISTERI-ISTERI MEREKA, DAN KETURUNAN MEREKA SEMUA. SESUNGGUHNYA ENGKAULAH YANG MAHA PERKASA LAGI MAHA BIJAKSANA. DAN PELIHARALAH MEREKA DARI (BALASAN) KEJAHATAN. DAN ORANG-ORANG YANG ENGKAU PELIHARA DARI (PEMBALASAN) KEJAHATAN PADA HARI ITU MAKA SESUNGGUHNYA TELAH ENGKAU ANUGERAHKAN RAHMAT KEPADANYA DAN ITULAH KEMENANGAN YANG BESAR”).

JAUH DARI DENGKI ~ AL-HASYR 10:
RABBANAGHFIR LANA WA LI-IKHWANINAL LAZINA SABAQUNA BIL IMAN(I), WALA TAJ’AL FI QULUBINA GILLAN LILLAZINA AMANU, RABBANA INNAKA RA’UFUR RAHIM.
(“YA RABB KAMI, BERI AMPUNLAH KAMI DAN SAUDARA-SAUDARA KAMI YANG TELAH BERIMAN LEBIH DULU DARI KAMI, DAN JANGANLAH ENGKAU MEMBIARKAN KEDENGKIAN DALAM HATI KAMI TERHADAP ORANG-ORANG YANG BERIMAN; YA RABB KAMI, SESUNGGUHNYA ENGKAU MAHA PENYANTUN LAGI MAHA PENYAYANG”).

TAWAKAL PADA ALLAH ~ AL-MUMTAHANAH 4-5:
RABBANA ‘ALAIKA TAWAKKALNA WA ILAIKA ANABNA WA ILAIKAL MASHIR. RABBANA LA TAJ’ALNA FITNAL LILLADZINA KAFARU, WAGHFIR LANA, RABBANA INNAKA ANTAL ‘AZIZUL HAKIM.
(“YA TUHAN KAMI HANYA KEPADA ENGKAULAH KAMI BERTAWAKKAL DAN HANYA KEPADA ENGKAULAH KAMI BERTAUBAT DAN HANYA KEPADA ENGKAULAH KAMI KEMBALI. “YA TUHAN KAMI, JANGANLAH ENGKAU JADIKAN KAMI (SASARAN) FITNAH BAGI ORANG-ORANG KAFIR. DAN AMPUNILAH KAMI YA TUHAN KAMI. SESUNGGUHNYA ENGKAULAH YANG MAHA PERKASA LAGI MAHA BIJAKSANA”).

LINGKUNGAN YG BAIK ~ AN-NISA 75:
RABBANA AKHRIJNA MIN HAZIHIL QARYATIZH ZALIMI AHLUHA WAJ’AL LANA MIL LADUNKA WALIYYAN WAJ’AL LANA MIN LADUNKA NASIRA.
(“YA TUHAN KAMI, KELUARKANLAH KAMI DARI NEGERI INI YANG ZALIM PENDUDUKNYA DAN BERILAH KAMI PELINDUNG DARI SISI ENGKAU, DAN BERILAH KAMI PENOLONG DARI SISI ENGKAU!”).

DICINTAI UMAT ~ QS.IBRAHIM 37:
RABBANA INNI ASKANTU MIN ZURRIYYATI BI WADIN GAIRI ZI ZAR’IN ‘INDA BAITIKAL MUHARRAM, RABBANA LIYUQIMUS SALATA FAJ’AL AF-IDATAN MINAN NASI TAHWI ILAIHIM WARZUQHUM MINAS SAMARATI LA’ALLAHUM YASYKURUN.
(YA TUHAN KAMI, SESUNGGUHNYA AKU TELAH MENEMPATKAN SEBAHAGIAN KETURUNANKU DI LEMBAH YANG TIDAK MEMPUNYAI TANAM-TANAMAN DI DEKAT RUMAH ENGKAU YANG DIHORMATI, YA TUHAN KAMI (YANG DEMIKIAN ITU) AGAR MEREKA MENDIRIKAN SHALAT, MAKA JADIKANLAH HATI SEBAGIAN MANUSIA CENDERUNG KEPADA MEREKA DAN BERI REZKILAH MEREKA DARI BUAH-BUAHAN, MUDAH-MUDAHAN MEREKA BERSYUKUR).

KEDUDUKAN MULIA ~ AL-MUKMINUN 29:
RABBI ANZILNI MUNZALAM MUBARAKAW WA ANTA KHAIRUL MUNZILIN.
(YA TUHANKU, TEMPATKANLAH AKU PADA TEMPAT YANG DIBERKATI, DAN ENGKAU ADALAH SEBAIK-BAIK YANG MEMBERI TEMPAT“).


DIBERI HIKMAH ~ ASY-SYU’ARA 83-85:
RABBI HABLI HUKMAW WA ALHIQNI BIS SALIHIN, WAJ’AL LI LISANA SIDQIN FIL AKHIRIN, WAJ’ALNI MIW WARASATI JANNATIN NA’IM.
(“YA TUHANKU, BERIKANLAH KEPADAKU HIKMAH DAN MASUKKANLAH AKU KE DALAM GOLONGAN ORANG-ORANG YANG SALEH, DAN JADIKANLAH AKU BUAH TUTUR YANG BAIK BAGI ORANG-ORANG (YANG DATANG) KEMUDIAN, DAN JADIKANLAH AKU TERMASUK ORANG-ORANG YANG MEMPUSAKAI SURGA YANG PENUH KENIKMATAN).

BANGUNAN INDAH DLM SURGA ~ AT-TAHRIM 11:
RABBIBNI LI ‘INDAKA BAITAN FIL JANNATI WA NAJJINI MIN FIR’AUNA WA ’AMALIHI WA NAJJINI MINAL QAUMIZ ZALIMIN.
(“YA RABBKU, BANGUNKANLAH UNTUKKU SEBUAH RUMAH DI SISI-MU DALAM FIRDAUS, DAN SELAMATKANLAH AKU DARI FIR’AUN DAN PERBUATANNYA, DAN SELAMATKANLAH AKU DARI KAUM YANG ZHALIM).

MOHON CURAHAN RIZKI ~ AL-MAIDAH 114:
ALLAHUMMA RABBANA ANZIL ‘ALAINA MA-IDATAM MINAS SAMA’I TAKUNU LANA ‘IDAN LI AWWALINA WA AKHIRINA WA AYATAM MINKA WARZUQNA WA ANTA KHAIRUR RAZIQIN.
“YA TUHAN KAMI TURUNKANLAH KIRANYA KEPADA KAMI SUATU HIDANGAN DARI LANGIT (YANG HARI TURUNNYA) AKAN MENJADI HARI RAYA BAGI KAMI YAITU ORANG-ORANG YANG BERSAMA KAMI DAN YANG DATANG SESUDAH KAMI, DAN MENJADI TANDA BAGI KEKUASAAN ENGKAU; BERI RZEKILAH KAMI, DAN ENGKAULAH PEMBERI REZKI YANG PALING UTAMA”).

AMPUNAN DOSA AL-HADIS :
ALLAHUMMAQH FIRLI KHATHI-ATI WA JAHLI WA ISRAFI FI AMRI KULLIH, WAMA ANTA A’LAMU BIHI MINNI. ALLAHUMMAQH FIRLI KHATHAYAYA WA ‘AMDI WA JAHLI WA HAZLI WA KULLU DZALIKA ‘INDI. ALLAHUMMAQH FIRLI MA QADDAMTU WAMA AKHKHARTU WAMA ASRARTU WAMA A’LANTU, ANTAL MUQADDIMU, WA ANTAL MUAKHKHIRU, WA ANTA ‘ALA KULLI SYAI-IN QADIR.
(YA ALLAH, AMPUNILAH KESALAHAN, KEBODOHAN DAN KETERLALUANKU DALAM SEGALA URUSAN DAN AMPUNI PULA SEGALA DOSA YANG ENGKAU LEBIH MENGETAHUI DARIPADA AKU. YA ALLAH, AMPUNI KESALAHAN, KESENGAJAAN, KEBODOHAN DAN KETERLALUANKU, SERTA SEGALA DOSA YG TERDAPAT PADA DIRIKU. YA, ALLAH AMPUI DOSAKU YG TELAH LALU MAUPUN YG AKAN DATANG, YG RAHASIA MAUPUN YG TERANG2AN. ENGKAU MAHA TERDAHULU DAN MAHA TERAKHIR DAN ENGKAU MAHA KUASA SEGALA SESUATU).

KEBAIKAN DUNIA AKHIRAT :
ALLAHUMMA ASHLIH LI DINI ALLAZI HUWA ‘ISHMATU AMRI WA ASHLIH LI DUN-YAYA ALLATI FIHA MA’ASYI, WA ASHLIH LI AKHIRATI ALLATI FIHA MA’ADI, WAJ’ALLIL HAYATA ZIYADATAN LI FI KULLI KHAIRIN, WAJ’ALIL MAUTA RAHATAN LI MIN KULLI SYARRIN.
(YA ALLAH PERBAIKILAH URUSAN AGAMAKU YG MENJADI PEGANGAN BAGI SETIAP URUSANKU, PERBAIKILAH DUNIAKU YG DISITULAH URUSAN KEHIDUPANKU. PERBAIKILAH AKHIRATKU YG KESANALAH AKU AKAN KEMBALI. JADIKANLAH KEHIDUPANKU INI SEBAGAI TAMBAHAN KESEMPATAN UTK MEMPERBANYAK AMAL KEBAJIKAN, DAN JADILANKAH KEMAITIANKU SEBAGAI TEMPAT PERISTIRAHATAN DARI SETIAP KEJAHATAN).

LEPAS DARI KESULITAN ~ AL-ANBIYA 87: 87.
LA ILAHA ILLA ANTA SUBHANAKA INNI KUNTU MINAZ ZALIMIN
(“TIDAK ADA TUHAN SELAIN ENGKAU. MAHA SUCI ENGKAU, SESUNGGUHNYA AKU ADALAH TERMASUK ORANG-ORANG YANG ZALIM.”

DOA UNTUK KESEMBUHAN :
kirimkan fatihah pada Nabi SAW,
“ALLAHUMMA RABBANNAAS, ISYFI ANTA ASSYAAFI, WA AAFI ANTAL MU’AAFII, LAA SYIFAA’ ILLA SYIFAA’UK, SYIFAA’AN LAA YUGHAADIRU SAQAMAN WALA ALAMA”
(WAHAI ALLAH TUHAN SELURUH MANUSIA, SEMBUHKANLAH DAN ENGKAU MAHA MENYEMBUHKAN, DAN SEHATKAN DAN MAAFKANLAH KARENA ENGKAULAH YANG MAHA MEMAAFKAN DAN MENYEHATKAN, TiIADA KESEMBUHAN KECUALI KESEMBUHAN YANG DATANG DARIMU, KESEMBUHAN YANG TAK MEMBAWA KESI

Senin, 12 Desember 2011

IKHLAS

Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata : Telah bersabda Rasulullah SAW : "Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada rupa kamu, juga tidak kepada harta kamu, akan tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kamu." [HSR. Muslim 8/11]

"Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada tubuh kamu dan tidak juga kepada rupa dan harta kamu. Akan tetapi sesungguhnya Dia hanyalah melihat kepada hati kamu (Rasulullah SAW mengisyaratkan dengan jari-jarinya ke dadanya) dan Dia melihat pula kepada amal kamu."

Sesungguhnya tidak mungkin dapat dibayangkan baiknya amal melainkan dengan baiknya hati. Kaitan Hadis di atas dengan masalah ikhlas sangat erat karena berkaitan dengan masalah hati dan amal, iaitu hati yang ikhlas dan amal yang sesuai .

Ertinya Allah tidak akan memberi ganjaran terhadap bentuk tubuh atau rupa manusia atau banyaknya harta,  karena zat manusia (tubuh manusia) tidak dibebankan hukum, sedangkan yang dibebankan hukum adalah  perbuatan yang berkaitan dengan diri manusia. Demikian pula sifat dan bentuk yang di luar kemampuan manusia seperti rupa, anggun, gagah, hitam, putih, tinggi, pendek dan lain-lain. Allah tidak melihat juga kepada banyaknya harta atau sedikitnya, kaya atau miskin dan lainnya.

"Akan tetapi Allah melihat kepada hati dan amal kamu."

Ikhlas adalah amal hati dan amal hati sangat penting.  Amal hati merupakan dasar keImanan dan sebagai tonggak agama seperti mencintai Allah dan Rasul-Nya, tawaqqal kepada Allah, mengikhlaskan ibadah  karena-Nya, bersyukur kepada-Nya, sabar terhadap keputusan-Nya, takut dan berharap kepada-Nya.

Amal hati adalah pokok, sedangkan amal badan itu penyerta dan penyempurna. Sesungguhnya niat itu laksana ruh, sedangkan amal itu laksana badan, kalau ruh itu meninggalkan badan maka ia akan mati.

Amal badan tidak akan ada menafaatnya tanpa ada amal hati. Amal hati lebih wajib bagi setiap hamba daripada amal badan. Bukankah perbedaan orang Mukmin dan orang munafiq tergantung pada hatinya? Oleh  karenanya ibadah hati lebih agung daripada ibadah badan, bahkan lebih banyak dan lebih terusan dan lebih wajib pada setiap waktu.

Amal hati sangat penting dan sangat tinggi nilainya di sisi Allah. Dan yang terpenting dari amalan hati adalah keikhlasan kepada Allah Ta'ala.

Rasulullah SAW bersabda, bermaksud :

"Ingatlah, sesungguhnya di dalam tubuh manusia ada segumpal daging. Apabila ia baik, maka baik pula seluruh tubuhnya, dan apabila ia rusak, maka rusak pula seluruh tubuhnya. Ketahuilah, segumpal daging itu ialah hati." [HSR. Bukhari dan Muslim]

Ikhlas merupakan salah satu amal hati. Bahkan ikhlas berada di barisan pemula dari amal-amal hati. Sebab diterimanya seluruh amal tergantung dari niat yang ikhlas  karena Allah dan diterimanya harus terpenuhi dua syarat, iaitu ikhlas dan sesuai dengan contoh Rasulullah SAW.


- Perintah Untuk Ikhlas Dan Menjauhi Riya' Dan Syirik -

IKHLAS merupakan hakikat "Dien" dan kunci dakwah para Rasul, sebagaimana firman Allah :

"Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus. Dan supaya mereka mendirikan solat, menunaikan zakat. Yang demikian itulah agama yang lurus."
[Al-Bayinah : 5]

"Daging unta (kurban) dan darahnya tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang akan sampai kepada-Nya adalah ketaqwaan kamu."
[Al-Hajj : 37]

"Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia pun mengerjakan kebaikan......."
[An-Nisa' : 125]

"Katakanlah : "Jika kamu menyembunyikan apa yang ada di dalam hatimu atau menampakkannya, pasti Allah mengetahui."
[Ali Imran : 29]

"Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu kitab (Al-Quran) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. Ingatlah hanya milik Allah agama yang bersih (dari syirik)."
[Az-Zumar : 2-3]

"Katakanlah, hanya Allah saja yang aku sembah dengan memurnikan ketaatan  kepada-Nya dalam menjalankan agamaku."
[Az-Zumar : 14]

Telah bersabda Rasulullah SAW:

"Sesungguhnya amal-amal itu (harus) dengan niat dan sesungguhnya setiap (amal) seseorang itu tergantung niatnya......."
[HRS. Bukhari dan Muslim]

Dari Abu Hurairah, ia berkata : "Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : "Allah berfirman : "Aku tidak perlu kepada semua sekutu. Barangsiapa beramal mempersekutukan-Ku dengan yang lain, maka Aku biarkan dia bersama sekutunya."
[HRS. Muslim 2985, Ibnu Majah 4202, Ahmad 2/301, 435]

Dari Abu Hurairah, ia berkata : "Telah bersabda Rasulullah SAW : "Barangsiapa belajar ilmu yang seharusnya ia mengharapkan wajah Allah 'Azza wa Jalla, kemudian ia belajar untuk mendapatkan sesuatu dari (harta) dunia, maka ia tidak akan mencium bauu Syurga pada hari Kiamat."
[HRS. Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad]


Manakala ikhlas telah tertanam dalam pengamalan suatu ketaatan, sedangkan ketaatan itu murni hanya dalam rangka mencari wajah Allah saja, maka kita dapat menyaksikan bahwa pasti Allah akan memberi balasan yang besar terhadap orang-orang yang ikhlas meskipun ketaatannya sedikit. Ketaatan tanpa keikhlasan dan kejujuran  karena Allah tidak akan mendapat pahala, bahkan pelakunya akan dicampakkan ke dalam Neraka meskipun ketaatan itu berupa amal-amal besar seperti berinfaq, berhjihad, mencari ilmu syariat. Sebagaimana dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa tiga macam orang yang pertama-tama diputuskan hukuman yang kemudian dimasukkan ke dalam api Neraka, iaitu : Pertama, orang yang berjihad  karena ingin mendapat julukan sebagai pemberani. Kedua, orang yang belajar dan membaca Al-Quran, supaya dikatakan orang yang alim dan qari'. Ketiga, orang yang mengeluarkan shadaqah agar dikatakan orang bahwa ia dermawan (suka memberi shadaqah)
[HSR. Muslim 6/47, diriwayatkan juga Imam Ahmad dan Nasa'i]

Ketiga macam orang tersebut tidak ikhlas, dan melakukan amal itu bukan  karena Allah. Ikhlas adalah dasar utama dari tiap-tiap amal. Amal diumpamakan jasad, sedang jiwanya adalah ikhlas.


- Pengertian Ikhlas -

DALAM mendefinasikan ikhlas, para Ulama' berbeda pendapat redaksi dalam menggambarkannya. Ada yang berpendapat bahwa ikhlas adalah memurnikan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah dari berbagai tendensi peribadi. Ada pula yang berpendapat bahwa ikhlas adalah mengesakan Allah Ta'ala dalam melaksanakan ibadah kepada-Nya. Ada pula yang berpendapat bahwa ikhlas adalah pembersihan amal dari kejahatan kepada makhluk.

Ikhlas ialah mengkehendaki keredhoan Allah dalam suatu amal, membersihkannya dari segala noda individual maupun duniawi. Tidak ada yang melatarbelakangi suatu amal kecuali  karena Allah dan demi hari akhirat. Tidak ada noda yang mencampuri suatu amal, seperti kecenderungan kepada dunia untuk diri sendiri yang nampak maupun yang tersembunyi atau  karena mencari harta rampasan atau agar dikatakan berani ketika perang,  karena syahwat, kedudukan, harta benda, kebenaran, agar mendapat tempat di hati orang banyak, mencari sanjungan tertentu,  karena kesombongan yang terselubung atau  karena alasan-alasan lain yang tidak terpuji yang intinya bukan  karena Allah, tetapi  karena sesuatu, maka semua ini adalah noda yang mengotori keikhlasan.

Landasan amal yang ikhlas adalah memurnikan niat  karena Allah semata. Setiap bahagian dari perkara duniawi yang sudah mencemari amal kebaikan, sedikit atau banyak, dan apabila hati kita bergantung kepadanya, maka kemurnian amal itu ternoda dan hilang keikhlasannya.  karena itu orang yang jiwanya
terkalahkan oleh perkara duniawi, mencari kedudukan dan populariti, maka tindakan dan perilakunya mengacu pada sifat tersebut sehingga tidak akan murni ibadah yang dilakukan, seperti solat, puasa, menuntut ilmu, berdakwah dan lainnya.

Syeikh Muhammad bin Salih Al-'Utsaimin berpendapat bahwa ikhlas  karena Allah ertinya apabila sesaorang melaksanakan ibadah yang tujuannya untuk taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah dan mencapai tempat kemuliaan-Nya.

MEWUJUDKAN Ikhlas bukan pekerjaan yang mudah seperti anggapan orang yang jahil. Para Ulama' yang telah meniti jalan kepada Allah telah menegaskan tentang sulitnya ikhlas dan beratnya mewujudkan ikhlas di dalam hati, kecuali orang yang memang dimudahkan Allah.

Imam Sufyan Ats-Tsauri berkata : "Tidaklah aku mengubati sesuatu yang lebih berat daripada mengubati niatku, sebab ia sentiasa berbolak-balik pada diriku."

 karena itu Rasulullah SAW berdoa dengan doa ini :

"Ya Allah yang membolak-balikkan hati, tetapkan hatiku atas agama-Mu."
Lalu seorang Sahabat berkata : "Ya Rasulullah, kami berIman kepadamu dan kepada apa yang engkau bawa, apakah engkau khuatir atas kami?"
Beliau menjawab : "Ya,  karena sesungguhnya seluruh hati manusia di antara dua jari tangan Allah dan Allah membolak-balikkan hati sekehendak-Nya."
[HRS. Ahmad 3/112, Tirmidzi 2147 dan Hakim 1/526. ]


Yahya bin Abi Katsir berkata : "Belajarlah niat,  karena niat lebih penting daripada amal."

Mutharrif bin Abdullah berkata : "Kebaikan hati bergantung kepada kebaikan amal dan kebaikan amal bergantung kepada kebaikan niat."

Pernah ada orang bertanya kepada Suhai : "Apakah yang paling berat bagi nafsu manusia?" Ia menjawab : "Ikhlas, sebab memang nafsu tidak pernah memiliki bahagian daripada ikhlas."

Dikisahkan ada seorang alim yang selalu salat di saf aling depan (saf pertama). Suatu hari ia datang terlambat, maka ia mendapat salat di saf kedua. Di dalam benaknya terbesit rasa malu kepada para jamaah lain yang melihatnya. Maka  pada  saat itulah ia menyedari bahwa sebenarnya kesenangan dan ketenangan hatinya ketika solat di saf pertama pada hari-hari sebelumnya disebabkan  karena ingin dilihat oleh orang lain.

Yusuf bin Husein Ar-Razi berkata : "Sesuatu yang paling sulit di dunia adalah ikhlas. Aku sudah bersungguh-sungguh untuk menghilangkan riya' dari hatiku, seolah-olah timbul (riya') dengan warna lain."

Ada pendapat yang lain : "Ikhlas sesaat saja, merupakan keselamatan sepanjang masa  karena ikhlas sesuatu yang sangat mulia."

Ada lagi yang berkata : "Barangsiapa melakukan ibadah sepanjang umurnya, lalu dari ibadah itu satu saat saja ikhlas  karena Allah, maka ia akan selamat. Masalah ikhlas adalah masalah yang sulit, sehingga sedikit sekali perbuatan yang boleh dikatakan murni ikhlas  karena Allah. Dan sedikit sekali orang yang mau memperhatikannya kecuali orang yang mendapatkan taufiq (pertolongan dan kemudahan) dari Allah SWT. Adapun orang yang lalai akan masalah ikhlas ini akan sentiasa melihat pada nilai kebaikan yang pernah ia lakukan. Padahal di hari Kiamat kelak oerbuatannya itu justeru menjadi keburukan. Merekalah orang yang dimaksudkan oleh firman Allah Ta'ala,
bermaksud :

"....Dan jelaslah bagi mereka azab dari Allah yang belum pernah mereka perkirakan. Dan (jelaslah) bagi mereka akibat buruk dari apa yang telah mereka perbuat...."
[Az-Zumar : 47-48]

"Katakanlah : "Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya? Iaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya."
[Al-Kahfi : 103-104]

Bila anda melihat seseorang yang menurut penglihatan anda telah melakukan amal Islam secara murni dan benar, bahkan boleh jadi dia juga beranggapan seperti itu. Tapi bila anda tahu dan hanya Allah  saja yang tahu, anda mendapatkannya sebagai orang yang rakus terhadap dunia dengan cara berlindung pada pakaian agama. Dia berbuat untuk dirinya sendiri agar dapat mengecoh orang lain bahwa seakan-akan dia berbuat untuk Allah.
Ada lagi yang lain, iaitu beramal  karena ingin disanjung, dipuji, ingin dikatakan bahwa dialah orang yang baik atau yang paling baik atau terbetik di dalam hatinya bahwa dia sajalah yang sempurna terhadap Sunnah, adapun yang lainnya tidak.
Ada lagi yang belajar karena ingin lebih tinggi daripada yang lain, supaya dapat penghormatan, harta dan tujuannya ingin berbangga dengan para Ulama', mengalahkan orang yang bodoh atau orang lain berpaling kepadanya.
Maka Allah akan masukkan dia ke Neraka Jahannam. Na'udzubillahi min dzalik!

Membersihkan diri dari hawa nafsu yang nampak maupun tersembunyi, membersihkan niat dari berbagai noda, nafsu peribadi dan duniawi, juga tidak mudah. Oleh  karena itu perlu usaha yang maksimal, selalu memperhatikan pintu-pintu masik bagi syaitan ke dalam jiwa, membersihkan hati dari unsur riya', kesombongan, gila kedudukkan, pangkat, untuk pamer dan lainnya.

Sulitnya mewujudkan ikhlas  karena hati manusia selalu berbolak-balik. Syaitan selalu menggoda, menghiasi dan memberikan was-was ke dalam hati manusia, serta adanya dorongan hawa nafsu yang selalu menyuruh berbuat keji.  karena itu kita diperintahkan berlindung dari godaan syaitan.

Firman Allah :

"Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."
[Al-A'raf : 200]

Jadi kesimpulannya ikhlas adalah dengan membuangkan pertimbangan-pertimbangan peribadi, memotong kerakusan terhadap dunia, mengikis dorongan-dorongan nafsu dan lainnya. Dan bersungguh-sungguh beramal ikhlas  karena Allah, akan mendorong seseorang melakukan ibadah  karena taat kepada perintah Allah dan Rasul. ingin selamat di dunia dan akhirat dan mengharap ganjaran dari Allah.

Upaya mewujudkan ikhlas boleh tercapai bila kita mengikuti Rasulullah SAW dan jejak Salafus Soleh dalam beramal dan taqarrub kepada Allah, selalu mendengar nasihat mereka serta berupaya semaksima mungkin dan bersungguh-sungguh mengekang dorongan nafsu dan selalau berdoa kepada kepada Allah Ta'ala.

Wallahu ta'ala a'lamu bis shawab.......

Selasa, 06 Desember 2011

KUMPULAN DOA DOA UNTUK DIBACA BERSAMA KELUARGA

Robbighfirlii wa li akhii wa adkhilnaa fii rohmatika wa anta arhamur roohimiina

Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami dan masukanlah kami ke dalam Rahmat Engkau, Dan  Engkau adalah Maha Penyayang di antara  Para Penyayang


Robbi Najjinii Wa ahlii  Mimmaa Ya’ maluuna


Ya Tuhan kami , selamatkan kami beserta keluarga kami dari akibat perbuatan yang mereka kerjakan )  QS:Asy Syu’ara ayat 169


Robbana afrigh alaina shobra, Wa tawaffanaa muslimin


Ya Tuhan kami.. Limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri
(QS Al A’raf 126)


Robbana hablanaa min azwaajinaa wa dzurriyyatinaa qurrota a’yun, waj’alnaa lilmuttaqiinaa imaama

“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah bagi kami istri-istri dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami) dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa“ 
(QS. Al-Furqon : 74)


 “Allahumma Imaanan Bika Wa Tashdieqan Bikitaabika Wa Wafaaan Bi’ahdika Wattibaa’an Lisunnati nabiyika Sayydinaa Muhammadin Shallalahu Alaihi Wasallam.”

“Ya Allah ku ! aku beriman kepada Mu dan membenarkan kitab Mu, dan memenuhi janji Mu serta mengikuti sunnah nabi Mu, yaitu penghulu kami Muhammad SAW”

“Subhaanallah Wal hamdulillah Walaailaaha Illallah, Wallaahu Akbar Walaa Haula Walaa Quwwata Illaabillah. Allahumma Innie Aamantu Bikitaabikalladzi Anzalta Wa Nabiyya Kalladzi Arsalta Faqhfir lie Maaqaddamtu Wama Akh khartu.”

“Maha suci Allah, Segala puji bagi Allah tidak ada Allah yang patut disembah kecuali Allah, Allah Maha besar, Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah. Ya Allahku ! Sesungguhnya aku beriman kepada kitab Mu yang telah Engkau turunkan, dan kepada nabi Mu yang telah Engkau utus, Oleh karena itu ampunilah dosa - dosaku yang telah lalu dan yang akan datang.”

“Allahuma inna nasaluka ridhoka wal jannah wa naudzubika min sakhotika wannar  Rabbanaa Aatinaa Fiddunyaa Hasanah Wafil Aakhirati Hasanah Waqinaa ‘Azaabannar wa Adkhilna aIjannata Ma’al Abrar.” ya “azizu ya gaffaru ya rabbal ‘alamin”

“Ya Tuhan kami ! berilah kami kebaikan di dunia dan akhirat, dan lindungilah kami dari siksaan api neraka, dan masukkanlah kami ke dalam surga bersama orang-orang baik.”

Allahumma habbib ilaina al imana,
wazayyinhu fiqulubina wakarrih ilaina al kufro
walfusuqo wal’isyiana waj’alna minarrasyidin.
Allahumma qini  ‘azabaka yauma tab’asu ‘ibadaka.
Allahumma urzuqnil jannah bigairi hisab”.
Ya Allah, cintakanlah kami pada iman dan hiaskanlah di hati kami, bencikanlah kami pada perbuatan kufur, fasiq, maksiat dan durhaka serta masukkanlah kami ini dalam golongan orang yang mendapat petunjuk.
Ya Allah peliharalah kami dari azab-Mu di hari Engkau kelak membangkitkan hamba-hamba-Mu, Ya Allah, anugerahilah kami surga dengan tanpa dihisab”.

”Allahumma innii ‘a’uudzu bika minasy syaki wasy syirki wasy syiqooqi wan nifaaqi, wasuu-‘il akhlaaqi, wasuu-‘il man zhori wal munqolabi fil maali wal ahli wal waladi. Allahumma innii as-‘aluka ridhaaka wal jannata wa a’uudzu bika min sakhatika wan naar.
Allahumma ‘innii ‘a’uudzubika min fitnatil qobri wa a’uudzubika min fitnatil mahyaa wal mamaati”.
Ya Allah, kami berlindung pada-Mu dari pada syak was-was, syirik, cerai-berai, muka dua, buruk budi pekerti, buruk pandangan dan salah urus terhadap harta benda dan keluarga.
Ya Allah, sesungguhnya kami mohon pada-Mu keridhaan-Mu dan surga. Dan kami berlindung pada-Mu dari pada murka-Mu dan neraka.
Ya Allah, kami berlindung pada-Mu dari fitnah kubur serta dari fitnah kehidupan dan derita kematian.


Allahumma   inni  as’aluka  mujibati  rahmatika Waaza’ima  magfiratika wassalamata  min  kulli  ismin  Walganimata  min  kullibirrin  walfauza biljannati wannajata minannari. Rabbi qonni’ni bima razaqtani wabarikli fima a’thoitani wakhluf ‘alayya kulla ghoibatin li minka bikhairin.”
Wahai Tuhan Yang Maha Mengetahui apa-apa yang terkandung   dalam  hati  sanubari,  keluarkanlah  kami  dari  kegelapan kecahaya  yang  terang  benderang. Ya Allah kami mohon padaMu segala hal yang  mendatangkan  rahmatMu,  dan segala ampunanMu selamat dari segala dosa  dan  beruntung  dengan  mendapat  rupa-rupa  kebaikan,  beruntung    memperoleh  surga,terhindar  dari  neraka.
Tuhankami mantapkanlah kami atas apa yang telah Engkau rizkikan  kepada kami, berkatilah kami atas semua yang telah Engkau anugerahkan kepada kami,
dan gantilah apa-apa yang hilang dari pada kami dengan kebajikan dariMu.

”Allahumma azillani tahta zilli arsyika yauma laazilla illa zilluka wala baqiya illa wajhuka wasqini minhaudi nabiyika Muhammadin sallallahu alaihi wasallam syurbatan haniatan mari atan la’adzma’u ba’daha abada. Allahumma inni as aluka min kairin maa tsa’alaka minhu nabiyyuka Muhammadun sallallahu alaihi wasallam wa a’udzubika min syarrin masta ‘azaka minhu nabiyyuka Muhammadun sallallahu ‘alaihi wasallam. Allahumma inni as alukal jannata wana’imaha wama yuqarribuni ilaiha minqaulin au fi’lin au ‘amalin wa a’uzubika minannari wama yuqorribuni ilaiha min qoulin au fi’lin au’amalin”.

”Ya Allah lindungi kami dibawah lindungan singgasanaMU pada hari yang tidak ada naungan selain dari naunganMu. Dan berilah kami minuman dari telaga Nabi Muhammd saw dengan suatu minuman yang lezat, nyaman, sesudah itu kami tidak akan haus untuk selamanya. Ya Allah, kami mohon padaMU kebaikan yang diminta oleh NabiMu Muhammad saw dan kami berlindung padaMu dari kejahatan sebagaimana yang diminta olehNabiMU Muhammad saw.
Ya Allah kami mohon padaMU surga serta ni’matnya dan apapun yang dapat mendekatkan kami kepadanya baik ucapan, ataupun amal perbuatan dan kami berlindung padaMu dari pada neraka serta apapun yang mendekatkan kami kepadanya baik ucapan ataupun amal perbuatan”. .

”Allahumma inna laka ‘alayya buquqan kasiratan fimabaini wabainaka wahuquqan kasiratan fiima baini wabainakhalqika. Allahumma makana laka minha faqfirhu li wama kana likhalqika fatahammalhu ‘anni wagnini bihalalika ‘anharamika wabita’atika ’anma’siyatika wabifadlika ‘amman siwaka ya wasi’al maqfirah.
”Ya Allah sesungguhnya Engkau mempunyai banyak hak yang ada diantara kami denganMu dan mempunyai banyak hak yang ada diantara kami dengan mahlukMu. Ya Allah ampunilah kesalahan yang ada di antara kami terhadapMu, bebaskanlah kami dari padanya, serta segala apapun kesalahan yang ada diantara kami dan mahluk Mu bebaskanlah kami dari padanya, cukupkanlah kami dengan rizkiMu yang halal, hindarilah kami dari pada rezeki yang haram,
Dan dengan ni’mat kelebihanMu,hindarilah kami dari pada mengharapkan orang lain selain dari pada Engkau, wahai Tuhan yang Maha Pengampun.

Allahumma inni as’aluka imanan kamilan, wayaqiinan shoodiqon, warizqon wasi’an, waqalban khosyi’an, walisanan zakiron, wahalalan thoyyiban, wataubatan nasuha, wataubatan qoblal mauut, Warohatan indal  mauut wa maghfirohtan wa rohmatan ba’dal maut, wal afwa  indal hisaab, wal faudza bil jannati wannajata minannari birahmatika ya’azizu yagaffar, rabbi zidni’ilman wa alhiqni bissholihin.
”Ya Allah, kami mohon padaMu iman yang sempurna; keyakinan yang benar; rizqi yang luas; hati yang khusyu’ lidah yang selalu berzikir; rizqi yang halal dan baik ;  taubat nasuha dan taubat sebelum mati ; ketenangan ketika hendak mati ; keampunan dan rahmat sesudah mati ;  keampunan ketika dihisab ; keberuntungan memperoleh surga dan terhindar dari neraka dengan rahmat kasih sayangMu, wahai Tuhan Yang Maha Tinggi, Yang Maha Pengampun. Tuhankami berilah kami tambahan ilmu pengetahuan dan gabungkanlah kami kedalam golongan orang-orang yang saleh.”
Allahumma inni as aluka biwajhikal karim, wajudikal qadim, wabismikal a’zami antusalliya ‘ala sayyidina Muhammadin wa antagfira lana waliwalidaina wa auladina waikhwanina wa aqrabaina wamasyayikhina wa ashabina wa azwajina wa asdiqainawaliman ausana biddua’i waliman ahsana ilaina waliman lahu haqqun ‘alaina waliman zalamnahu au’asa’na ilaihi walijami’il muslimina walmuslimat al ahyai minhum wal amwat, wa-antarzuqannal ‘uluman nafi’ah wal a’malassalihah, wa anta’ simana min jami’il ma’asizzahirati walbatinati, wa antusahhila lana rizqan halalan wasi’an wa antakfiyana syarral asyrari minal insi waljinni waddawabbi wagairiha wa antakhtihmana waiyyahum bihusnil khatimati amin. Wasalallahu ‘ala sayyidina Muhammadin wa lihi wasahbihi wasallam.
Ya Allah, kami mohon dengan zatMu yang mulia, kemurahanMu yang kekal abadi dan dengan namaMu yang Maha Agung, limpahkanlah rahmatMu kepadajunjungan kami Muhammad saw. Ampunilah kami, ayah bunda kami, anak-anak kami, saudara-saudara kami, kaum kerabat kami, guru-guru kami, sahabat-sahabat kami, pasangan-pasangan kami, teman-teman kami, dan orang-orang yang berpesan untuk dido’akan dan semua orang yang berbuat baik kepada kami, dan yang mempunyai hak atas kami, orang-orang yang pernah kami zalimi ataupun yang pernah kami berbuat jahat kepadanya, semua orang-orang Muslimin dan Muslimat yang masih hidup dan yang sudah meninggal.  Dan berilah kami rizki, juga mereka dengan kebaikan dunia dan akhirat, pelihara kami dan mereka dari segala macam bencana , huru-hara dunia dan akhirat. Berilah kami ilmu yang bermanfaat, amal perbuatan yang bik, peliharalah kami dari semua perbuatan maksiat yang nyata dan yang tersembunyi, mudahkanlah kepad kami rizki yang halal dan luas, hindarkanlah kami dari segala kejahatan manusia, jin serta binatang dan lainnya, dan akhirilah hidup kami dalam keadaan husnul khatimah. Amien. Semoga rahmat dan keselamatan tercurah kepada Nabi Muhammad saw, keluarga dan para sahabatnya.”
Subhana Robika Robbi izzati amma Yashifuun Washolatu Washolamu ala Asrofil anbiya wal mursalin walhamdulillahirobbilalamin.

Kamis, 03 November 2011

Makkah Poros Dunia

Makkah—juga disebut Bakkah—tempat di mana umat Islam melaksanakan haji itu adalah tempat yang pertama diciptakan Allah. Bola bumi ini pada mulanya tenggelam di dalam air (samudera yang sangat luas) Seluruh npermukaan bumi diliputi oleh air. Kemudian sebuah gunung api di dasar samudera meletus dengan keras dan mengirimkan lava dan magma dalam jumlah besar yang membentuk ‘bukit’ batu. Dan bukit batu ini adalah tempat Allah memerintahkan untuk menjadikannya lantai dari Ka’bah (kiblat).
Batu basal Makkah adalah batu paling purba di bumi. Dan Allah terus-menerus memperluas dataran dari tempat ini. Jadi, ini adalah tempat yang paling tua di dunia.
Nabi bersabda,
"Ka’bah itu adalah sesistim tanah di atas air, dari tempat itu bumi ini diperluas."
Makkah menjadi tempat yang pertama diciptakan itu menambah sisi spiritual tempat tersebut.
Gambar-gambar Satelit, yang muncul kemudian pada tahun 90-an, menekankan hasil yang sama ketika studi-studi ilmiah mengarah kepada topografi lapisan-lapisan bumi dan geografi waktu daratan itu terciptakan.
Fakta bahwa secara ilmiah lempengan-lempengan bumi terbentuk selama usia geologi yang panjang, bergerak secara teratur di sekitar lempengan Arab. Lempengan-lempengan ini terus menerus memusat ke arah itu seolah-olah menunjuk ke Makkah.
Pada saat itu studi ilmiah ini secara kebetulan dilaksanakan untuk tujuan yang berbeda, dan bukan dimaksud untuk membuktikan bahwa Makkah adalah pusat dari bumi. Namun demikian, hasil dari studi-studi ini diterbitkan di dalam banyak majalah sain di Barat.
Allah berfirman di dalam al-Qur’an al-Karim sebagai berikut:
‘Demikianlah Kami wahyukan kepadamu Al Qur’an dalam bahasa Arab supaya kamu memberi peringatan kepada Ummul Qura (penduduk Makkah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya. .’ (asy-Syura: 7)
Kata ‘Ummul Qura’ berarti induk bagi kota-kota lain, dan kota-kota di sekelilingnya menunjukkan Makkah adalah pusat bagi kota-kota lain, dan yang lain hanyalah berada di sekelilingnya. Lebih dari itu, kata ummu (ibu) mempunyai arti yang penting di dalam kultur Islam.
Sebagaimana seorang ibu adalah sumber dari keturunan, maka Makkah juga merupakan sumber dari semua negeri lain. Selain itu, kata ‘ibu’ memberi Makkah keunggulan di atas semua kota lain.
Makkah atau Greenwich
Berdasarkan pertimbangan yang seksama bahwa Makkah berada tengah-tengah bumi sebagaimana yang dikuatkan oleh studi-studi dan gambar-gambar geologi yang dihasilkan satelit, maka benar-benar dapat lah diyakini bahwa Kota Suci Makkah yang seharusnya menjadikan rujukan waktudunia, dan bukanlah Greenwich, yang seharusnya dijadikan rujukan waktu dunia.
Hal ini akan mengakhiri kontroversi lama yang dimulai empat dekade yang lalu. Ada banyak argumentasi ilmiah telah dilakukan untuk membuktikan bahwa Makkah merupakan wilayah nol bujur sangkar yang melalui kota suci tersebut, dan wilayah nol bujur sangkar itu tidak melewati kota Greenwich di Inggris.
GMT dipaksakan kepada dunia ketika mayoritas negeri di dunia berada di bawah jajahan Inggris. Jika waktu Makkah yang diterapkan, maka mudah bagi setiap orang untuk mengetahui waktu shalat.
Firman Allah yang mensiratkan bahwa Makkah adalah Pusat dari lapisan-lapisan langit:
Ada beberapa ayat dan hadits nabawi yang menyiratkan fakta ini. Allah berfirman, ‘Hai golongan jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan.’ (ar-Rahman:33)
Kata aqthar adalah bentuk jamak dari kata ‘qutr’ yang berarti diameter, dan ia mengacu pada langit dan bumi yang mempunyai banyak diameter.
Dari ayat ini dan dari beberapa hadits dapat dipahami bahwa diameter lapisan-lapisan langit itu di atas diameter bumi (tujuh lempengan bumi). Jika Makkah berada di tengah-tengah bumi, maka itu berarti bahwa Makkah juga berada di tengah-tengah lapisan-lapisan langit.
Selain itu ada hadits yang mengatakan bahwa Masjidil Haram di Makkah, tempat Ka‘bah berada itu ada di tengah-tengah tujuh lapisan langit dan tujuh bumi (maksudnya tujuh lapisan pembentuk bumi).
Nabi bersabda;
“Wahai orang-orang Makkah, wahai orang-orang Quraisy, sesungguhnya kalian berada di bawah pertengahan langit.”
Thawaf di Sekitar Makkah
Dalam Islam, ketika seseorang thawaf di sekitar Ka’bah, maka ia memulai dari Hajar Aswad, dan gerakannya harus berlawanan dengan arah jarum jam.
Fakta penting dalam kehidupan adalah kenyataan bahwa segala sesuatu di alam semesta dari atom hingga galaksi itu bergerak berlawanan dengan arah jarum jam.
Elektron-elektron di dalam atom mengelilingi nukleus secara berlawanan dengan jarum jam. Di dalam tubuh, sitoplasma mengelilingi nukleus suatu sel berlawanan dengan arah jarum jam. Molekul-molekul protein-protein terbentuk dari kiri ke kanan berlawanan dengan arah jarum jam. Darah memulai gerakannya dari kiri ke kanan berlawanan dengan arah jarum jam.
Di dalam kandungan para ibu, telur mengelilingi diri sendiri berlawanan dengan arah jarum jam. Sperma ketika mencapai indung telur mengelilingi diri sendiri berlawanan dengan arah jarum jam. Peredaran darah manusia mulai gerakan berlawanan dengan arah jarum jamnya. Perputaran bumi pada porosnya dan di sekeliling matahari secara berlawanan dengan arah jarum jam.
Perputaran matahari pada porosnya berlawanan dengan arah jarum jam. Matahari dengan semua sistimnya mengelilingi suatu titik tertentu di dalam galaksi berlawanan dengan arah jarum jam. Galaksi juga berputar pada porosnya berlawanan dengan arah jarum jam.
Wallahu Alam Bisawab.....